‘Once in lifetime’ .. label ini yang selalu membayang di benakku saat pertamakali kami memulai persiapan pernikahan kami. Sekali seumur hidup, merupakan sebuah alasan kuat kami untuk memulai persiapan pernikahan kami jauh-jauh hari sebelumnya. Waktu yang diperlukan untuk persiapan sebuah pernikahan memang bisa sangat relatif, ada yang bisa mempersiapkannya dalam tempo 2-3 bulan, namun ada pula yang mempersiapkannya sangat jauh hari sebelumnya, bahkan setahun sebelumnya. Seperti adik salah seorang sahabatku misalnya, untuk pernikahan dia mempersiapkan setahun sebelumnya .. hahahaha ..
I think that it must be a great celebration
Namun untuk pernikahan kami, kami sengaja mengambil waktu persiapkan yang relatif mencukupi dalam hitungan kami. Pada prinsipnya kami membagi persiapan pernikahan kami ke dalam 2 garis besar persiapan, yaitu persiapan mental spiritual dan persiapan fisik material.
Untuk persiapan mental spiritual, kami sudah memulainya jauh jauh hari sebelumnya. Terhitung sejak bulan November setahun yang lalu, kami sudah membicarakannya karena kebetulan kami berasal dari dua aliran gereja yang berbeda. Bahkan berkat peraturan yang dibuat penguasa negeri ini di masa Orba, telah membuat dua jenis aliran gereja ini menjadi dua label agama yang berbeda (God, I really hate that!) Namun aku sangat bersyukur karena Tuhan benar-benar memberikan aku pasangan yang sangat pengertian dan berwawasan luas, sehingga semua perbedaan itu akhirnya dapat kami atasi. Akhirnya dia lebih memilih di gereja yang benar-benar menjunjung azas keesaan gereja di muka bumi, gereja yang benar-benar mau menerima dengan tangan terbuka umat dari denominasi manapun asalnya dengan sebuah pengakuan tunggal sebagai umat kepunyaan Allah. Jujur saja, aku memang sangat tidak setuju jika ada sebuah gereja yang menganggap dirinya lebih benar atau lebih baik dari gereja lainnya, karena aku tahu dengan pasti bahwa Tuhan tidak pernah memberikan hak kepada manusia untuk menentukan sebuah nilai benar atau salah di mataNya.
Oke, singkat cerita akhirnya bulan Juli yang lalu kami sepakat untuk memulai lebih lanjut persiapan mental & spiritual kami dengan mulai mengikuti kelas katekisasi pra nikah. Dia sendiri mulai bulan Juni yang lalu sudah memulai kelas katekisasi sidhi atau mengaku percaya secara dewasa, karena dari gereja asalnya dia belum sempat menerima sakramen krisma. Kedua hal inilah yang mengawali persiapan mental spriritual kami secara gerejawi. Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan lancar hingga saat ini. Katekisasi pra nikah pun sudah kami selesaikan sebulan yang lalu, sehingga hari ini pun secara resmi kami sudah bisa mendaftarkan rencana pernikahan kami di gereja
Untuk persiapan fisik material sendiri, kami sama-sama yakin bahwa daftar detailnya akan sangat sangat panjang sekali. Hal itu pulalah yang membuat kami memutuskan untuk memulai persiapannya jauh-jauh hari sebelumnya, karena kami sangat sadar bahwa waktu luang dan intensitas pertemuan kami sangat rendah, jadi walaupun kami berdua walaupun tinggal dalam satu kota namun faktanya adalah bahwa kesibukan kami masing-masing telah membuat kami tidak bisa setiap saat bertemu .. wkwkw :p
Kami pun sepakat untuk memulai hitungan mundur kami ke hari-H dari sekitar tujuh bulan sebelumnya. Dimulai dengan membuat list-list sederhana, kami membuat 3 judul sheets menggunakan Excel untuk mem-breakdown daftar persiapan kami. File pertama adalah Daftar Belanja Kebutuhan kami untuk keperluan pernikahan. Yang kedua adalah Daftar Belanja & Kebutuhan kami setelah pernikahan. Dan yang ketiga adalah sebuah sheet berisi TO DO LIST, kami membuat daftar to do list dari hal-hal yang menjadi target untuk kami selesaikan di setiap bulannya selama tujuh bulan mendatang (sebenarnya total ada 8 bulan persiapan, namun bulan hari – H ingin kami jadikan sebagai bulan bebas stress, kami berusaha menyelesaikan semuanya di bulan sebelumnya
).
And, here we go .. hari ini, puji Tuhan kami telah mendapatkan beberapa kepastian mulai dari tanggal pelaksanaan, pendeta, pendaftaran pernikahan di pihak gereja, booking venue alias gedung resepsi hingga perias pengantin. Thank’s God .. kami bener2 diberkati karena semua bisa berjalan lancar sesuai yang kami rencanakan.
Tuhan bener2 sayang kami ..



