Hari minggu, libur, waktunya bersantai-santai. Rencana mau nonton Laskar Pelangi, but keabisan tiket, so apa boleh buat … bermalas-malasan di rumah aja, mengingat beberapa hari ini Yogya udah mulai dipadati pemudik dari berbagai kota yang akan berlebaran di Kota Gudeg ini. Kakak, adek plus sodara-sodara laennya juga baru nyampe besok … so tugas sebagai pemandu wisata plus driver juga baru dimulai besok …. mendingan sekarang rest and relax di rumah aja.
Nonton TV … wah, akhir-akhir ini agak jarang nonton TV, kebetulan abis nonton MTV Pimp My Ride, langsung disambung dengan MTV Trick It Out, hehe … acara yang kayak gini neh yang aku paling doyan
Mengikuti bagaimana 2 team bertanding untuk menyulap 2 buah mobil lama bertype sama menjadi 2 mobil baru yang berbeda bukanlah hal mudah. Masing-masing dari kedua team berupaya mengerahkan ide-ide kreatif mereka masing-masing dan menggarapnya dalam wujud mobil.
Team AudioVision mengambil tema yang cukup menarik, yaitu jet tempur. Aku sempat berpikir, apa saja dari mobil Civic tahun 1996 yang bisa disulap untuk mewujudkan tema jet tempur? Ternyata yang menjadi sasaran mereka untuk mengangkat tema ini adalah subwoofer. Mereka menyulap subwoofer mobil ini menjadi ‘rudal tempur’, disamping juga menambahkan pelontar hidrolik pada kedua sisi pintu ‘scissor’-nya, sehingga mengesankan perangkat ini sebagai senjata ‘penembak’ rahasia. Great idea! Selain kedua hal tersebut, tidak banyak hal istimewa yang ditampilkan, selain detail kecil pada penutup tangki bensin, dan perubahan yang dilakukan pada panel-panel dashboard, sehingga menyerupai interior sebuah jet tempur.
Sedangkan team lawan, Motor FX, mengangkat tema yang agak tak terduga, plus juga kurang unik menurutku, yaitu tema mobil seorang (maaf..) Germo. Entah aku yang agak ‘kuper’ sehingga tidak tahu apa keistimewaan ide ini, ato memang ide mereka yang agak aneh? Ide kreatif apa yang ingin ditonjolkan jika seseorang berprofesi sebagai Germo? Ternyata ide mereka kurang lebih berkisar pada ‘kemewahan’ dunia malam. Hmm … jadi kurang lebih mungkin mereka ingin menampilkan ‘diskotik berjalan’ gitu yah? Wah, kalo gitu aja mungkin bengkel di Bandung juga bisa yah, hehehe
Salah satu yang mereka tonjolkan adalah penggarapan cat, pemakaian velg dan pemasangan layar-layar LCD dalam interior mobil, termasuk di steer dan di ceiling. Selain itu Motor FX juga tampak memaksimalkan usaha mereka pada penggarapan interior, dengan pemasangan carpet bulu hingga doortrim kulit ular.
Setelah penggarapan selama 14 hari (cepet yaa … ) waktu penilaian pun tiba. Seperti biasa, RJ mengamati setiap detail yang ada pada setiap mobil. Menurutnya mobil garapan AudioVision mempunyai ide tema yang sangat kreatif dan menarik, walaupun dalam penggarapannya masih ditemusi beberapa bagian kecil yang kurang ‘mulus’ finishing-nya. Sedangkan Motor FX mendapat pujian atas ketelitian mereka menggarap setiap detail mobil, namun dari sisi tema yang ditampilkan, tema mereka kurang kuat sehingga juga kurang membawa kesan pada orang-orang yang melihatnya. Lalu, siapa akhirnya yang memenangkan contest kali ini? Sesuai tebakanku (mungkin juga RJ berpikir sama dengan aku, hehe ..), pemenangnya adalah AudioVision. Dari sisi pemikiranku, yang membuat AudioVision pantas memenangkan contest tersebut adalah ide kreatif mereka yang mengangkat tema ‘jet tempur’ untuk sebuah mobil sedan. Walaupun mungkin detail pengerjaan mereka belum semulus Motor FX, toh nantinya seiring dengan berjalannya waktu, kesempurnaan detail pun akan mereka dapatkan. Seperti slogan Toyota, ‘Practice make Perfect’. Begitu pun detail kerajinan, kesempurnaan, pasti akhirnya akan mengikuti seiring dengan semakin tingginya ‘jam terbang’. Yang paling mahal dalam segala hal adalah sebuah ide dan kreativitas. Makanya ada yang bilang, “Ide itu separuh dari eksekusi”. Mmm … berlebihan nggak sih??
