Membaca Majalah dari Google Book Search

google_book_searchGoogle sebagai leader dalam bidang pencarian data di Internet, sekarang meluncurkan layanan terbarunya, Google Book Search. Melalui Google Book Search, sang raksasa mesin pencarian ini mencoba melakukan digitalisasi dan indexing pada majalah dan buku-buku.

Berkaitan dengan proses pengumpulan data untuk Google Book Search ini, Google telah melakukan perjanjian kerjasama dengan sejumlah penerbit buku dan majalah. Hingga kini Google masih menjalankan proses scanning dan indexing terhadap ratusan ribu buku dan majalah. Adapun penerbit majalah yang telah menyepakati untuk bekerjasama dengan Google Book Search ini antara lain adalah Men’s Health, New York Magazine, Ebony, Popular Mechanics, Popular Science, dan masih banyak lagi. Umumnya penerbit-penerbit ini menyediakan majalah edisi lamanya untuk dimasukkan dalam Google Book Search. Contohnya penerbit Majalah Popular Science yang menyediakan content majalahnya dari Mei 1872 hingga Mei 2008 untuk dimasukkan Google Book Search.
Google Book Search ini mengelompokkan content majalah dalam setiap dekade (10 tahun).

Kekurangan dari membaca majalah melalui Google Book Search ini hanyalah karena edisi yang ditampilkan bukanlah edisi terbaru. Namun tetap saja bermanfaat jika hanya untuk sekedar memperluas pengetahuan ;) Menurut rencana, nantinya hasil pencarian dari Google Book Search ini juga akan ditampilkan pada hasil pencarian Search Engine Google reguler.

My Everyday ….

Kemarin ada seseorang yang menanyakan ke aku, apakah aku membaca kitab suci setiap hari. Hmm, sebenernya aku malas menjawab pertanyaan seperti ini. Pertanyaannya sendiri sudah membuat aku bertanya balik, apa kepentingan dia untuk mengetahui apakah aku membaca kitab suci setiap hari atau tidak. But, aku menghormati pertanyaannya, terlepas dari apa pun motivasi pertanyaannya ;)

Maka jadilah aku memberikan jawaban yang mungkin tidak disukainya :D  Aku menjawab jujur bahwa tidak setiap hari secara rutin aku membaca kitab suci. Namun itu sama sekali tidak pernah mengurangi pemahamanku tentang kasih Tuhan itu sendiri. Dan aku juga sangat yakin bahwa hal tersebut tidak akan pernah mengurangi ataupun menyurutkan kasih Tuhan kepadaku. Terlalu kekanak-kanakan kalau kita begitu saja membuat tolok ukur batasan kasih Tuhan secara manusiawi. Memangnya siapa kita??

Aku sendiri sangat yakin bahwa kadar keimanan seseorang sama sekali tidak diukur dari seberapa sering dia membaca kitab suci, namun sejauh mana dia mengerti kehendak Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan dia sehari-hari. Aku bilang pada orang itu bahwa sesungguhnya hidup kitalah kitab itu, kitab terbuka yang dibaca setiap orang dan yang dibaca Tuhan setiap hari. Memang kitab suci sangat menolong kita untuk memahami kehendak Tuhan, namun ada banyak jalan mempelajari kitab suci selain membacanya secara rutin setiap hari.

Tentang membaca kitab suci sendiri, sebenarnya aku sudah melakukannya sejak kecil, bahkan sejak aku bisa membaca. Almarhum Eyang Kakung telah membuat aku mengenal kitab suci seperti sebuah buku cerita tentang sebuah cerita kehidupan yang sangat panjang. Hampir semua isi kitab suci ini terekam dengan manis dalam memory ingatanku, semanis saat mengingat bagaimana Almarhum Eyang Kakung mengajarkannya. Waktu berputar cepat, banyak hal yang aku pelajari dari kehidupan yang membentuk satu pola hubungan antara aku dengan Sang Pencipta. Sungguhpun manusia selalu berusaha membuat rumusan hubungan yang baku dengan Tuhannya, namun pada akhirnya Tuhan selalu akan menyapa kita secara pribadi. Dan menurutku justru hal itulah yang paling indah.

Tuhan selalu mempunyai caraNya sendiri untuk menyapa dan bertemu dengan setiap umatNya. Kita sendiri sebagai manusia tidak berhak menghakimi ataupun menilai kadar keimanan seseorang. Satu-satunya yang mengerti seberapa jauh iman kita hanyalah Tuhan. Kita sebagai sesama manusia sama sekali tidak punya hak ataupun kewenangan menghakimi keimanan seseorang.

Kerennya Liat Pesawat Lewat

boeing-garuda-indonesiaSore kemaren selepas jam kerja, rame-rame sama temen-temen kantor jenguk suami salah seorang rekan yang sakit. Ke tempat yang dituju serasa tidak asing lagi dengan daerah ini. Sebuah perumahan AURI deket bandara. Hmm, aku inget banget neh … di daerah sekitar ada sebuah lapangan yang menghadap tepat di deket landasan pacu pesawat. Jadinya setiap pesawat mo mendarat ato mo terbang tuh lewat tepat di atas kepala kita.

Hehe, nggak salah lagi neh … dulu waktu SD aku sering main ke daerah ini sama temen-temen (tentu tanpa sepengetahuan nyokap, soale ini tempat jauh bangeet). Dulu kita suka banget liat burung besi raksasa yang biasa turun naek tepat di atas kepala kita (busyeet, norak banget yah)… sensasinya melebihi naek pesawatnya sendiri, hehe ..

But jangan salah, sekarang aku berpikir justru itu keren banget (hehe, ternyata masih norak juga sampe sekarang). Nah, ada bagian yang lebih asyik lagi tuh … biar kayak di video clip gitu tinggal bawa mobil, trus kita duduk di atas kap mobil, menghadap atas, pas pesawat lewat … hahahaha :D ato masih kurang mirip lagi, tinggal inget-inget clip-nya Faith Hill, hihihi ;p asal jangan salah inget pas waktu kecil susah makan, tiap suap nunggu pesawat lewat dulu … (gubraakkk!! … kapan seleseinya??) but, nggak papa, walo tiap suap nunggu pesawat lewat … buktinya waktu kecil aku gendut juga kok, hehe ;p

Memancing Ikan??!?

sunset-fishermanMemancing ikan untuk kebanyakan orang merupakan suatu hobby yang mengasyikkan. Memberikan umpan seenak-enaknya kepada ikan hingga ikan tersebut tergiur dan memakannya, but yang pasti ikan itu akan terkena mata kailnya. But ironisnya, begitu menyadari hasil pancingannya ‘mengena’, maka dengan bangganya ‘si pemancing’ akan melepaskannya kembali tanpa mempedulikan bahwa ia sudah melukai ikan itu :( hiks …

Hmm, sebenarnya in bukan tentang hobby memancing secara harafiah. Tapi cerita itu dipakai oleh salah seorang teman tentang bagaimana seorang laki-laki yang ‘hobby memancing’ telah melukainya (ironis …). Waktu membaca notes ini aku sempat teringat sesuatu (atau seseorang?)  Hmm, memang sangat kejam hobby yang satu ini. Mungkin hobby paling kejam di atas dunia, hehe :) Tapi entah kenapa, ternyata banyak juga laki-laki yang seakan bangga dengan ‘hobby’ seperti ini. Seolah tidak mempedulikan bagaimana nanti lukanya ‘ikan’ yang dipancingnya hanya untuk dilepaskan kembali.

Menurut temanku, dengan melepaskan kembali ikan yang sudah terluka ini, si pemancing ini tak mau menghargai pengorbanan si ikan. Paling nggak dengan memasak dan menggorengnya, pengorbanan ikan ini tidak sia-sia. Setidaknya ikan ini bisa memberi ‘arti’ dengan menghilangkan rasa lapar yang memakannya. Yang lebih parah lagi, hobby ini ternyata tidak hanya menghinggapi mereka yang masih ‘pure’ lajang, banyak ‘pelaku’ diantaranya juga sudah mempunyai pasangan, baik dalam sebuah relationship seperti pacaran ataupun pernikahan.

Entah di mana arti kesetiaan bagi mereka, seolah kesetiaan hanyalah sebuah kebodohan bagi mereka. Dulu aku pernah bilang pada salah seorang temanku yang suka ganti-ganti cewek, kehormatan tertinggi seorang laki-laki terletak pada kesetiaannya. Kesetiaan pada Tuhan, kesetiaan pada keluarga, kesetiaan pada pasangan, kesetiaan pada pekerjaan, dan seterusnya. Hehe, dia sempet nyeletuk, “Wah, gue gak punya kehormatan dong” :D But, sejak itu dia nggak pernah lagi ganti-ganti cewek. Dia bilang, “I’ll wait for the last one”.

Pesan moralnya sebenernya cukup dalam. Aku sih lebih suka menuangkannya dalam satu paragraf sederhana aja seperti ini …

Jangan pernah memberikan senyummu, jika esok yang kamu berikan hanyalah air mata
Jangan pernah menggenggam tangannya, jika suatu saat hanya akan kamu lepaskan
Jangan pernah memberi indah janjimu, bila hanya ingkar yang dapat kamu penuhi
Dan jangan pernah kamu masuki hidupnya, jika hanya akan kamu tinggalkan suatu saat nanti

(hmmm … )

Women Integrity at Work

womanatworkIntegritas seorang wanita menjadi sangat penting artinya pada saat dia melangkah di dunia kerja. Dunia kerja merupakan sebuah ‘belantara’ baru dengan berbagai kemungkinan tak terduga yang dapat dijumpainya. Untuk pertama kalinya bagi seorang wanita akan menjumpai berbagai macam ‘hal baru’ yang mungkin tak terpikir sebelumnya saat di bangku kuliah.

Jika di bangku kuliah kita mengenal beberapa jenis hubungan saja, seperti teman, sahabat, pacar dan seterusnya, serta dapat memilih teman yang kita sukai, maka di dunia kerja kita akan menjumpai banyak hal yang jauh lebih kompleks.

Sudah bukan rahasia lagi, dalam budaya patriakat yang masih kental di masyarakat kita saat ini telah membawa wanita pada posisi rentan dalam dunia kerja.  Dalam banyak kasus yang terjadi di dunia kerja, umumnya wanita masih dalam posisi obyek. Hal ini mencerminkan betapa rentannya posisi kaum hawa di dunia kerja. Belum lagi jika ‘sang wanita’ mempunyai kewajiban untuk berhubungan dengan banyak pihak dalam pekerjaannya. Di sinilah integritas seorang wanita dipertaruhkan dalam karirnya.

Berhubungan dengan teman kerja atau relasi kerja, terutama yang berbeda jenis kelamin pun harus selalu terjaga dengan jelas. Semua harus pasti arah dan tujuannya, termasuk prinsip yang harus dipegang dan dijalankan. Tentunya kita tidak menginginkan hubungan dengan salah satu pihak relasi hancur berantakan hanya gara-gara kita sedang bermasalah dengan salah satu person di dalamnya. Sangat penting untuk selalu memisahkan mana urusan pribadi dan mana urusan kerja ;)

Professionalitas merupakan sebuah pakem penting yang harus dijaga bagi seorang wanita di dunia kerja. Apalagi wanita merupakan makhluk yang oleh Tuhan diberi ‘sense of emotional’ yang tinggi. Oleh karenanya seorang wanita dituntut untuk dapat menguasai emosinya dengan baik. Tidak ada yang salah jika mempunyai hubungan ‘pribadi’ dengan rekan kerja atau pun relasi kerja. Baik itu hubungan pertemanan, saudara atau bahkan hubungan kasih. Yang kemudian menjadi salah adalah pada saat hubungan tersebut ‘tak terkendali’ dan tidak disertai profesionalitas yang memilah antara urusan pribadi dan urusan kerja. Masalah yang terjadi secara pribadi tidak boleh mempengaruhi hubungan kerja yang ada, begitu pula sebaliknya. Hmm, gimana?? Apakah ini terlihat mudah untuk Anda kaum wanita? :D

Ditulis dalam @Work. Leave a Comment »

Iklan TV & Marketing

Iseng mengamati beberapa commercial break alias iklan di TV ternyata asyik juga. Maklum, aku termasuk orang yang jarang nongkrongin TV dalam jangka waktu relatif lama. Paling cuman nongkrong di depan TV buat update berita sebentar, sama beberapa acara yang emang aku suka, kayak MTV Trick It Out, Oprah Winfrey Show, Kick Andy sama acaranya Mario Teguh, lainnya itu kayaknya jarang banget. So, kali ini aku sengaja bukan pelototin acara TV-nya aja, tapi deretan iklannya juga.

Maksudnya sih mo belajar sedikit marketing praktis di sini, maklum aku sama sekali nggak ada background marketing, so sejak gabung di Departemen yang satu ini, aku jadi ngerasa jadi wajib untuk setiap saat belajar. Bidang yang satu ini ternyata sangat dinamis. Salah satu yang selalu pengen aku pelajari tuh tentang ‘teknik menjual’.

Iklan TV or commercial break, kadang kita sepelekan begitu aja. Padahal cara promo yang satu ini menghabiskan dana yang sama sekali tidak sedikit dalam pembuatannya. Bahkan sekarang nggak hanya product barang dan jasa aja yang memakai iklan TV untuk promosinya, namun juga instansi pemerintah dan partai politik memanfaatkan iklan TV ini untuk berbagai macam kampanye-nya. Salah satu parpol dengan iklan TV paling banyak dibahas belakangan ini adalah Partai Gerindra. New Comer yang satu ini ternyata cukup matang dalam ide, pembuatan konsep hingga eksekusinya. Salah satu sisi positif dari iklan Gerindra ini adalah mindset positif dan aspek harapan yang diberikannya. Bukan bermaksud memperbandingkan, namun Golkar yang biasa dikenal dengan kekuatan konsolidasinya mungkin harus mulai waspada, karena Gerindra sebagai ‘pemain baru’ ternyata juga telah cukup matang memainkan aspek konsolidasinya. Hal ini dibuktikan dengan manis saat Prabowo Subianto yang merupakan ‘calon’ dari partai ini telah terlebih dahulu berkampanye menyentuh akar rumput melalui HKTI dan KTNA. Memang bukan kampanye parpol yang waktu itu disajikan, namun persamaan konsep iklan dan penggarapan yang sejenis dengan iklan partai Gerindra sendiri telah membuat sosok Prabowo akhirnya terlebih dahulu lekat sebelum masa kampanye reguler dimulai. Itulah mengapa aku sebut ide dan konsep partai ini cukup matang.Mungkin partai lain harus sedikit lebih belajar untuk menyajikan kampanye yang lebih positif dan sehat, skalian untuk teraphy memperbaiki sikap mental masyarakat Indonesia. Karena yang agak mengecewakan dari setiap kampanye partai, biasanya bersifat black campaign (menjelek-jelekkan atau menyindir pihak lain) atau mengangkat tema masalah dan kesusahan yang sedang dihadapi masyarakat luas. Aku kurang suka yang seperti ini, karena seolah menampilkan citra bangsa Indonesia yang suka berkeluh kesah dan menyalahkan pihak lain … sama sekali tidak membangun sikap mental masyarakat.

Selain iklan partai, iklan lain yang cukup menarik perhatianku hari ini adalah iklan Sampoerna Hijau, seri ‘Teman Tak Bisa Dibeli’. Iklannya sangat sederhana, dengan pesan yang mudah dipahami, namun tetap lucu dan menarik. Iklan favoritku yang lain adalah iklan Pepsodent yang seri anak kecil. Iklan ini bersifat edukasi, tentang mengajarkan anak kecil untuk menggosok gigi sebelum tidur. Iklan yang manis, mengingatkan kita tentang kebiasaan baik yang ditanamkan orang tua sejak dini merupakan bekal yang sangat berharga di masa depan.

Semua media advertising mungkin bisa membuat iklan yang menarik, namun hanya beberapa diantaranya ‘baik’. Kenapa bisa begitu? Karena rata-rata pembuat iklan lebih mengutamakan selera pasar daripada pembangunan moral masyarakat.

Pour Lui

Il a des amis, un peu ce qui se passe entre nous, mais je pense qu’il est bien loin maintenant. A cette époque, je nouvelle je suis très conscient que l’amour de lui. J’ai perdu. Je voulais savoir ce que lui a causé de sortir de moi. En fait, je ne veux pas perdre. S’il est permis, je lui aurait toujours ici et m’accompagner dans la vie.

Made of Honor, Cinta Abadi Seorang Sahabat

Made of Honor

Made of Honor

Made of Honor atau MoH sendiri sebenarnya merupakan istilah untuk pendamping pengantin. Film ini memang bercerita tentang seorang wanita bernama Hannah yang meminta sahabatnya, Tom untuk menjadi pendamping pengantinnya.

Cerita diawali dengan pertemuan secara tak sengaja Tom (Patrick Dempsey) dan Hannah (Michelle Monaghan) sewaktu di bangku kuliah pada sebuah pesta. Keistimewaan Hannah sebagai seorang wanita yang cerdas dan berprinsip rupanya justru menarik perhatian Tom yang merupakan seorang ‘Cassanova’ kampus. Namun tidak demikian halnya dengan Hannah, dia hanya menganggap Tom sebagai teman. Akhirnya keduanya justru bersahabat hingga lulus.

Cerita kemudian bergulir 1o tahun kemudian, dimana dua orang ini masih bersahabat, walaupun masing-masing mempunyai kehidupan pribadi sendiri, namun keduanya selalu meluangkan waktu satu sama lain. Kemudian tibalah satu waktu, dimana pekerjaan menuntut Hannah untuk pergi ke Scotlandia selama 6 minggu. Perpisahan itu merupakan perpisahan terpanjang yang pernah dialami keduanya selama bersahabat, namun justru selama 6 minggu itulah Tom tersadar bahwa sebenarnya wanita yang dia cintai adalah Hannah, bukan salah satu dari deretan pacar-pacarnya selama ini. Oleh karenanya, dia berniat untuk segera memberitahukan Hannah sekembalinya dari Scotlandia (kebetulan Hannah juga telah putus dari pacarnya terdahulu).

Tibalah waktu yang ditunggu, Hannah kembali dari Scotlandia. Bahkan Hannah menghubungi Tom untuk makan malam bersama. Namun di luar dugaan, tujuan Hannah mengajak Tom makan malam adalah untuk memperkenalkan Tom pada Collin, seorang pemuda Scotland yang tak lain adalah calon suami Hannah. Dari sinilah sebenarnya cerita dimulai. Berbagai cara dilakukan Tom untuk menjatuhkan Collin dan merebut hati Hannah. Bahkan Tom mengiyakan permintaan Hannah untuk menjadikannya ‘Made of Honor’, hanya agar ia bisa menghabiskan hari bersama Hannah dan menunjukkan kepada Hannah bahwa ia sudah berubah. Di satu sisi, semakin Tom mencari kelemahan Collin untuk menjatuhkannya, semakin ia dapati bahwa Collin lebih sempurna dari dia. Hal ini tentu saja membuat Tom sangat kesal dan putus asa. Padahal di lain pihak menjelang hari–H, Hannah sebenarnya sedang banyak mendapati ketidaksesuaian dengan kebiasaan Collins maupun keluarganya yang bangsawan Scotlandia.

Akhirnya nasib baik berpihak pada Tom, ia berhasil meyakinkan Hannah, bahwa ia mencintainya. Namun apakah semua bisa berjalan mulus begitu saja? Ternyata tidak, bahkan terjadi accident yang membuat Hannah mengurungkan kepercayaannya pada cinta Tom dan membuat Tom diusir pulang ke Amerika justru tepat pada saat sebelum pernikahan Hannah dilaksanakan.

So happy ending enggak?? Ya jelas happy ending dunk :D Pesan dari film drama komedi ini sebenarnya sederhana … kadang kita mencari sosok ideal kita pada banyak orang (yang kita pacarin) but terkadang kita sampai buta bahwa sosok ideal kita tuh sedang berjalan bersama-sama kita, yaitu sahabat kita sendiri. Pacaran sendiri sebenernya penjajakan kan? Mencari kecocokan & kesesuaian. Padahal sahabat sebenarnya merupakan sosok yang paling membuat kita merasa nyaman, comfort … karena dari persahabatan itu sendiri sbenernya udah membuktikan kecocokan kedua belah pihak. So, ngapain gak jadi sahabat abadi aja?? Mungkin gitu pesan dari filmnya .. hehe ;)

Ditulis dalam Cinema. Leave a Comment »

What His Purpose is??

father-and-childPernah terpikir nggak, apa tujuan Tuhan menciptakan kita? Dari kemaren hari Minggu sampe hari ini, aku masih mikirin pertanyaan dari nyokapnya temenku ini. Kata beliau, pada waktu kamu tahu apa tujuan Tuhan menciptakan kamu di dunia, maka kamu akan selalu bisa ikhlas menerima semua yang terjadi dalam hidup kamu. Karena seperti yang Tuhan firmankan, bahwa Ia telah membuat rencana untuk setiap masing-masing dari kita, jauh sebelum kita diciptakan (Psalm 139:16). Nah, repotnya itu ada sambungannya di ayat 17 …

Kata beliau, Tuhan punya rancanganNya sendiri untuk setiap kita, walaupun bukan lantas Tuhan yang mendikte seluruh hidup kita. Hebatnya Tuhan, Dia memberi kebebasan pada kita untuk melangkah dan menentukan, walaupun Dia yang selalu berkeputusan untuk setiap permintaan kita. A man’s heart plans his way, but The Lord direct his step (Proverbs 16:9) …  so … write your plans in pencil … but give God the eraser ;)

“Semakin Tuhan mencobai hidup kamu, semakin menunjukkan betapa Tuhan menyayangi kamu”, kata beliau. “Waaaks, why kenapa … harus kayak gitu yaah caranya, kenapa nggak dengan cara yang enak aja?? Cara yang piss2 aja gitu looh Tante … ”, protesku panjang lebar …  but di satu sisi aku jadi inget, … bukan Tuhan namanya kalo cuman pake ordinary way … hehehe :D

“Walaupun mungkin saat ini kamu bener-bener nggak tahu kenapa semua ini terjadi sama kamu, tapi suatu saat kalau semua udah lewat dan waktu rencana Tuhan udah kamu pahami, kamu akan tahu betapa indahnya Tuhan jika Ia sedang membimbing”, lanjut beliau. “Amiiin”, sahutku (but, the truth is … sometimes I cannot see His purpose). Aku jadi inget kata temenku, kadang selera humornya Tuhan tuh paraah … nah, ini Tuhan lagi becanda ato beneran niy?? (gubraakk!!)

Nah, tadi malah temenku nyuruh baca buku ‘Purpose Driven Life’ … ehmmm, bukannya apa, tapi biasanya aku klo baca buku tuu di daftar isi sama bab yang perlu2 aja … :D

Okeeey, bukan kebetulan kalo lagu ini tiba-tiba aku suka … nice song in the right time, and maybe for right person too

Bapa,
pegang tanganku
Aku rindu, saat teduh bersamaMu
Dekap aku dalam hangat naunganMu
Bawa hidupku padamu
Masuk dalam altarMu yang kudus

Bapa,
pegang tanganku
Aku rindu, tinggal di dalam hatiMu
Engkau terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam kebenaranMu Bapa

Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasihMu Bapa
Berjalan di sampingMu Bapa
Seumur hidupku

Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasihMu Bapa
Peganglah tanganKu ya Bapa
untuk selamanya

( I really miss … )

Solo About …

Jalan-jalan di Solo nggak pernah lengkap kalo nggak mampir ke Timlo Pak Sastro. Yups, aku emang suka banget sama makanan namanya Timlo ini. So, seabis dari tempat Eyang, langsung aja aku minta ijin Papa Mama buat langsung meluncur ke Timlo Pak Sastro di deket Pasar Gedhe. Walaupun di Solo ini ada segudang makanan enak seperti di Steak Harjo, Siomay Kusumasari, Roti Orion, Salad Solo sampe Tengkleng yang biasa buka di Pasar Klewer kalo menjelang sore, tapi tetep aja namanya Timlo ini nggak boleh kelewatan. Ada 2 tempat makan Timlo yang aku paling suka, kalo di Solo yaa di Timlo Pak Sastro ini, sedangkan kalo di Klaten Timlo Bu Sum … both, so delicious … nyum, nyum :)

Sepulang dari urusan kuliner, dalam perjalanan pulang aku perhatikan ada yang beda dari lalu lintas di Solo ini. Entah perasaanku aja yang kekenyangan trus mata jadi berat, ato emang aku ngerasa lalu lintas di Solo tuh gak sehirukpikuk di Yogya. Kayaknya orang-orang tuh jalannya slowly but sure …. jadi aneh sendiri dengan cara nyetirku yang acak-acakan. Lebih aneh lagi kalo diperhatikan tuh lampu traffic light-nya. Yaa ampyuun … apa gak kebalik neh?? abis merah mo ke ijo tuh malah kuning dulu. So urutannya kalo dari berhenti (lampu merah), trus ganti kuning dulu baru kemudian ke hijau. Nah dari hijau ini nanti nggak ke kuning dulu, tapi langsung merah. Kalo di Yogya kan dari merah langsung ke hijau, kuning cuman sesaat sebelum berhenti karena merah.

Aku sempet berpikir-pikir, kenapa yaah?? trus aku bikin satu kesimpulan non-valid sendiri :D Mungkin karena orang Solo tuh suabaar2, di jalan gak byayakan (=superlativenya cepet2 tapi nubruk2) kayak orang Yogya, so mereka gak perlu lampu kuning untuk mengingatkan berhenti ke lampu merah (hehe, tanpa bermaksud menghakimi salah satu pihak leluhur tentunya). Sebaliknya mereka butuh lampu kuning buat mengingatkan mereka bahwa sebentar lagi lampu hijau alias jalan … biar mereka inget buat siap2 nginjak gas. Kenapa aku bilang gitu, karena di Solo aku nggak bisa kejar lampu hijau (walaupun dalam analisa singkatku menyatakan pasti bisa), tapi kenyataannya gak kekejar karena yang di depan2ku tuh rasanya jalan 10km/jam aja …. wuiiih, suabaaar …..