seribu kepenatan untuk seribu pertanyaan yang tak jua mampu kau jawab
seribu asa untuk seribu doa yang tak jua hendak kau dengar
hingga di sini letihku menanti di sini lelahku menunggu entah sampai kapan lagi termangu untukmu
Fill in your details below or click an icon to log in:
You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out / Ubah )
You are commenting using your Twitter account. ( Log Out / Ubah )
You are commenting using your Facebook account. ( Log Out / Ubah )
Connecting to %s
Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.
Get every new post delivered to your Inbox.